Senin, 18 Februari 2013

Perbedaan Pria di sunat dan tidak di sunat


Menurut Dr Patti Britton, PhD, direktur Sexuality Certificate Track di  Chicago School of Professional Psychology/Westwood, sunat memberikan keuntungan khusus bagi Anda maupun pasangan Anda. Pertama, si dia tak perlu repot lagi membersihkan kulit penutup bagian kepala penisnya (preputium, atau lebih dikenal dengan sebutan kulup). Kepraktisan ini tak dimiliki oleh pria yang tidak disunat, karena ia butuh upaya ekstra untuk menarik kulit tersebut dan membersihkan bagian yang tertutup sebelumnya.

Membersihkan area kepala penis (yang tertutup kulup) memang diperlukan untuk menghindari aroma tak sedap atau pengaruh yang lebih serius dari penumpukan bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar (smegma). Dengan sendirinya, lebih sedikit bakteri atau kuman yang bisa berpindah ke tubuh Anda dan memengaruhi kesehatan Anda.

Kedua, sebagian perempuan memilih pria yang sudah disunat karena penetrasi yang terjadi akan mengurangi gesekan yang kurang nyaman di dalam vagina. Begitu terjadi penetrasi, kepala penis yang sudah disunat lebih mudah masuk dan keluar untuk menciptakan rasa nyaman untuk Anda maupun pasangan Anda.

Sedangkan bila Anda memiliki pasangan yang belum disunat, seks yang lebih aman harus lebih diperhatikan. Pria dengan penis yang masih tertutup kulup kadang-kadang mengalami kesulitan menemukan kondom yang pas, atau memastikan kondom tetap terpasang selama penetrasi terjadi. Hal tersebut bisa menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi perempuan, dan dengan sendirinya mengacaukan aktivitas seks tersebut.

Penis yang belum disunat juga memiliki aroma atau rasa yang berbeda. Aroma di area genital memang normal, tetapi jika terlalu kuat, kemungkinan besar penis pasangan kurang terjaga kebersihannya. Higienitas yang kurang juga bisa menyebabkan infeksi di bawah kulup, yang gejalanya bisa berupa iritasi, kemerahan, aroma tak sedap, dan gejala tak normal lainnya.

Meskipun begitu, bila selalu dijaga kebersihannya, penis yang belum disunat juga memberikan sensasi tersendiri. Lapisan tipis dari preputium tersebut sangat sensitif. Ketika mengalami ereksi, kulit tertarik sendiri ke porosnya, menampakkan kepala penis sehingga terlihat sama dengan penis yang sudah disunat. Selama intercourse, seks oral, dan masturbasi, kulit yang tertarik tersebut bisa bertindak sebagai pelumas. Ketika penis mendorong masuk, ia akan menciptakan gesekan ekstra yang bisa saja menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi perempuan yang menyukainya.

Pada akhirnya, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk saat berhubungan seks dengan pria yang disunat atau tak disunat. Semuanya kembali pada selera masing-masing perempuan. Perempuan yang memiliki pasangan yang tak disunat pun bisa menikmatinya.

(Dari berbagai sumber)

Berbagai Penelitian Medis Tentang Khitan/Sunat

Berbagai penelitian tentang sunat/khitan telah dilakukan oleh para ahli kesehatan, penelitian tentang sunat tersebut bertujuan untuk menguak lebih banyak informasi mengenai pengaruh sunat/khitan terhadap kesehatan tubuh dan untuk memperoleh data mengenai manfaat dan resiko sunat. Beberapa penelitian khitanan, diantaranya:



  • Peneltian

tentang kulup dari penis. Penelitian ini dilakukan oleh seorang ilmuwan ternama di Australia, dari penelitian khitanan yang dilakukannya terdapat satu penemuan medis bahwasanya kulup dari penis menyimpan reseptor yang dapat menjadi perantara berbagai penyakit kelamin, infeksi kelamin dan AIDS. Oleh karena itu, dengan sunat (memotong kulup pada bagian atas penis), seorang laki-laki akan terjaga kesehatannya dan akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang mematikan.
  • Penelitian

tentang pengaruh sunat terhadap seksualitas. Beberapa ilmuwan dari berbagai negara telah melakukan survei untuk memperoleh informasi tentang besarnya pengaruh sunat terhadap seksualitas laki-laki. Dari hasil penelitian khitanan tersebut disimpulkan bahwa pria yang tidak dikhitan kemampuan ereksinya akan lebih rendah dibandingkan pria yang dikhitan, selain itu pria yang dikhitan berpeluang besar untuk terhindar dari ejakulasi dini.
  • Peneltian

tentang pengaruh sunat terhadap pasangan wanita. Penelitian tentang sunat ini dilakukan oleh seorang ilmuwan di Amerika Serikat, dari beberapa data yang didapatkannya diperoleh hasil bahwasanya pengaruh sunat terhadap wanita cukup besar, diantaranya:

1.   Pria
yang disunat dapat memberikan kenikmatan berhubungan seksualitas lebih besar terhadap wanita. Sehingga banyak wanita yang memilih berpasangan dengan pria yang telah disunat.
2.   Khitanan
dapat mencegah terjadinya berbagai penularan penyakit kelamin dan kanker serviks pada wanita. Dengan dilakukannya sunat maka tidak akan terjadi penimbunan kotoran pada penis (karena timbunan kotoran inilah yang menyebabkan berbagai infeksi kelamin, penyakit kelamin dan kanker serviks).
3.   Pria
yang disunat memiliki peluang yang lebih besar daripada pria yang tidak disunat terhadap berhasilnya proses awal kehamilan, karena dengan dilakukannya sunat maka sperma akan mengalir dengan lancar ke rahim wanita.



  • Pengaruh

sunat terhadap saluran kencing pria. Beberapa dokter kelamin di Amerika Serikat memperoleh data bahwa sunat dapat memperlancar saluran kencing pada pria. Sehingga kesehatan pria dapat lebih terjaga.
  • Pengaruh

khitanan terhadap psikologis pria. Penelitian khitanan ini dilakukan oleh seorang psikolog, dari data survey dapat disimpulkan bahwa apabila sunat dilakukan sesuai dengan ketentuan medis maka sunat tidak akan memberikan efek negatif terhadap psikologis pria. Namun, apabila khitanan yang dilakukan secara kasar atau tidak sesuai ketentuan medis maka akan menimbulkan trauma ataupun gangguan psikologis pada pria yang disunat tersebut.